Halaman.co.id |Depok – Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Pemerhati Anggaran dan Akuntabilitas Warga (Jari Pandawa) menyoroti meriahnya pagelaran Lebaran Depok Tahun 2026.
Ketua Jari Pandawa, Gita Kurniawan mengatakan seharusnya warga Depok menerima kado istimewa pada momen Lebaran Depok tahun 2026. Bukan sekedar seremoni, Gita menyebut harusnya masyarakat Depok menerima kado yang lebih dari sekedar joget-joget pada Lebaran Depok.
“Harunya hadiahnya bukan cuma bisa nonton joget-joget di lebaran depok, tapi yang lebih baik lah,” kata Gita, Sabtu (9/5/2026).
Dikatakan Gita Kurniawan, saat ini Pemkot Depok tidak peka terhadap kebutuhan masyarakat kelas bawah. Ia menyebut Lebaran Depok merupakan ajang buang-buang uang, tanpa memperdulikan apa itu kebutuhan masyarakat.
“Coba tengok warga yang susah berobat karena UHC belum aktif, apa iya bisa dibayar dengan penampilan joget-joget anggota DPRD?,” heran Gita.
Pernyataan Gita Kurniawan selaras dengan salah satu pengusaha yang enggan disebutkan namanya. Pengusaha properti tersebut mengatakan sejauh ini telah dirugikan Pemkot Depok, namun dipaksa menyumbang acara Lebaran Depok.
“Harusnya kado istimewa itu UHC aktif kembali di Depok. Lebaran Depok cuma joget-joget aja kan? Apa untungnya?,” pungkasnya.









