Oleh: Mazhab HM, Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PPP
Halaman.co.id |Depok – Setelah melewati 10 hari pertama dan 10 hari kedua Ramadhan, kini kita dihadapkan pada momen sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Malam 10 akhir Ramadhan biasa disebut dengan fase Itdqum Minan Naar, dimana artinya disebut sebagai waktu terbebasnya dari api neraka.
Didalam berbagai referensi dan sumber terpercaya, sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar.
Rasulullah SAW memberikan teladan bagaimana memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Seperti yang sama-sama kita ketahui, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keistimewaan bagi umat Islam.
Pada bulan ini, pahala dari berbagai amal ibadah dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni bagi mereka yang bertaubat, serta setiap aktivitas kebaikan bernilai ibadah.
Allah SWT menjanjikan ganjaran besar bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah selama bulan suci tersebut.
Secara umum, bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga fase. Sepuluh hari pertama dikenal sebagai fase rahmat, yakni masa ketika Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Sementara, sepuluh hari kedua disebut sebagai fase maghfirah atau masa pengampunan dosa. Adapun sepuluh hari terakhir dikenal sebagai fase Itqun minan Nar, yaitu masa pembebasan dari api neraka.
Nah, sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar, ini yang sedang kita bahas.
Rasulullah Saw memberikan teladan bagaimana memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Salah satu amalan yang beliau lakukan adalah menghidupkan malam-malam Ramadhan, membangunkan keluarganya untuk melaksanakan shalat malam, serta mengencangkan gamisnya, yakni menjauhi hubungan suami istri agar lebih fokus dalam beribadah.
Dalam hadits riwayat Al-Bukhari yang menjelaskan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi meningkatkan kesungguhan dalam beribadah serta membangunkan keluarganya untuk ikut melaksanakan ibadah malam.
Dalam Kitab Fathul Mu’in dijelaskan bahwa terdapat tiga amalan utama yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Pertama, memperbanyak sedekah, mencukupi kebutuhan keluarga, serta berbuat baik kepada kerabat dan tetangga. Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an pada akhir malam lebih utama dibandingkan pada awal malam, sedangkan waktu terbaik membaca Al-Qur’an di siang hari adalah setelah melaksanakan shalat Subuh.
Ketiga, memperbanyak i’tikaf sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Saw dalam meningkatkan kualitas ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
nb: artikel ini diambil dari berbagai sumber dan telah mengalami proses editing











