JabodetabekParlemen

Malam Lailatul Qadar

×

Malam Lailatul Qadar

Sebarkan artikel ini

Oleh: Mazhab HM, Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PPP

Halaman.co.id |Depok – Setiap umat Islam yang menjalankan puasa tentu tidak asing menengah kata Lailatul Qadar. Bahkan, semua berharap dapat dipertemukan dengan malam yang dijelaskan Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Bicara tentang Lailatul Qadar, tentu kita sebagai muslim yang menjalankan ibadah puasa mengharapkan dapat bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Dijelaskan Allah SWT melalui Al-Qur’an Surah ke-97 yaitu Surah Al-Qadar, terdapat deskripsi tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar. Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan keistimewaan malam Lailatul Qadar serta mengajarkan kita berdoa sebagai berikut;

Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anni”, yang artinya: “Ya Allah Engkau Yang Maha Pengampun Lagi Maha Pemurah, Engkau senang mengampuni hamba-hamba-Mu karena itu ampunilah dosa-dosaku”.

Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Qadar dikatakan memiliki nilai lebih baik dari seribu, bulan .97:1 Pada malam ini juga dikisahkan Al-Qur’an diturunkan, seperti dikisahkan pada surat Ad-Dukhan ayat 3-6. 44:3

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan di bulan Ramadan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, di mana Al-Qur’an diturunkan dan para malaikat turun ke bumi membawa rahmat serta kedamaian.

Malam istimewa ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memohon ampunan, dan menetapkan takdir, biasanya di 10 malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil.

Nabi Muhammad SAW melalui berbagai hadits nya menyampaikan ciri-ciri atau petunjuk seputar malam Lailatul Qadar, salah satunya Malam Terasa Cerah, Tenang, dan Sejuk

Salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang tampak cerah dan menenangkan. Udara terasa sejuk, tidak panas dan tidak pula terlalu dingin. Langit terlihat bersih, terutama di tempat yang minim polusi cahaya.

BACA JUGA  Tidak Pernah Angkat Senjata, Yeti Wulandari Sebut Profesi Ini Pahlawan Sesungguhnya

Dalam hadits riwayat Ahmad dijelaskan bahwa malam tersebut tampak terang seakan ada cahaya bulan yang bersinar lembut. Keadaannya tenang, tidak disertai cuaca ekstrem, dan penuh ketenteraman bagi orang yang beribadah.

Ciri lainnya adalah Angin Berhembus Lembut dan Tidak Ada Hujan.

Ciri berikutnya adalah angin yang bertiup lembut tanpa badai atau hujan. Suasana malam terasa damai dan nyaman untuk beribadah.

Dalam riwayat dari Jabir bin Abdullah disebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dengan kondisi malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, serta tidak turun hujan. Ini menjadi salah satu tanda alam yang sering dirasakan umat Islam.

Semoga kita mendapatkan kemuliaan dengan dipertemukan oleh Malam Lailatul Qadar, malam yang sama-sama kita yakini sebaga malam yang lebih baik dari seribu bulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *