Halaman.co.id |Depok – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok melakukan diskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten pada Jumat (9/1/2026). Diskusi digelar di Sekretariat KONI, Pancoran Mas.
Ketua KONI Depok, Herry Suprianto mengatakan diskusi bertemakan seputar pola pembinaan olahraga dan atlet yang ada di Kota Depok.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD Provinsi Banten menanyakan sejumlah terkait strategis, mulai dari pola pembinaan atlet, kesejahteraan atlet dan pelatih, hingga mekanisme penganggaran cabang olahraga (cabor) di Depok.
Herry menjelaskan, KONI Kota Depok berkomitmen menjalankan pembinaan olahraga yang tepat sasaran dan efisien. Seluruh pertanyaan yang disampaikan legislatif, kata dia, telah dijawab secara terbuka dan menyeluruh.
“Alhamdulillah, kami sudah menyampaikan bagaimana komitmen KONI Kota Depok dalam melakukan pembinaan olahraga yang efektif, termasuk perhatian terhadap atlet, pelatih, dan pola anggaran untuk cabang olahraga,” ujar Herry.
Ia juga mengapresiasi langkah DPRD Provinsi Banten yang secara khusus hadir untuk membahas pembinaan olahraga daerah. Menurutnya, kemajuan olahraga tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak.
“Pembinaan olahraga harus mendapat dukungan dari eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan. Ketika salah satu unsur menunjukkan perhatian serius, “Insyaallah olahraga daerah akan mengalami kemajuan,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo mengatakan sebagai tuan rumah KONI Kota Depok mengucapkan terimakasih atas kunjungannya.
Artinya kata Edi, kunjungan tersebut selain untuk silaturahmi, juga merupakan studi banding DPRD Provinsi Banten ke KONI Kota Depok. Tentunya, di dalam pembahasan atau diskusi pasti ada kekurangan dan kelebihan.
“Masing-masing wilayah punya potensi yang berbeda. Dari posisi potensi atlet nya, potensi keanggarannya dan lain sebagainya, nah ini saling mengisi,” kata Edi Masturo.
Edi Masturo menuturkan di dalam diskusi tadi dirinya melihat ada kesamaan karena Banten merupakan bagian dari Jawa Barat awalnya. Meski, karena sekarang sudah pisah provinsi, tentunya tidak jauh beda.
“Jadi intisari dari kegiatan ini kita bisa banyak belajar dari mereka-mereka juga, dapat masukan-masukan dan Insya Allah, kita bisa terapkan di Kota Depok,” ucapnya.












