Pentingnya Memahami Sifat Dasar Komunikasi Dalam Berbisnis

Tangsel – Apakah ada hubungannya memahami sifat dasar komunikasi dalam berbisnis dengan kesuksesan suatu usaha? Bukankah suatu usaha dapat mecapai kesuksesannya hanya dengan strategi marketing yang baik? Pemikiran seperti ini sangatlah salah.

Dalam dunia bisnis, ada banyak faktor yang mempengaruhi suksesnya suatu bisnis. Salah satunya adalah komunikasi yang baik dalam bisnis skala kecil maupun skala besar.

Bacaan Lainnya

Untuk menguasai cara berkomunikasi dalam bisnis dengan benar, ada baiknya untuk memahami sifat dasar komunikasi bisnis terlebih dahulu. Secara umum, sifat dasar komunikasi bisnis terbagi menjadi dua, yaitu komunikasi verbal dan non verbal.

Komunikasi verbal lebih menekankan aspek komunikasi melalui lisan dan tulisan. Sedangkan non verbal lebih menonjolkan aspek komunikasi melalui gerakan dan simbol-simbol.
Suatu bisnis membutuhkan strategi yang baik untuk mencapai kesuksesannya.

Bukan hanya strategi pada bidang marketingnya saja. Namun juga strategi lain seperti strategi produk dan lainnya. Untuk mensukseskan penyelenggaran strategi, dibutuhkan komunikasi yang baik. Mulai dari komunikasi dalam bentuk surat menyurat atau laporan maupun komunikasi melalui gerakan/gesture antar pihak yang berkepentingan.

Mengapa dikatakan demikan? Karena dalam proses pencapaiannya seluruh karyawan hingga stakeholder yang berhubungan dengan perusahaan memiliki tugasnya masing-masing. Dalam proses menjalankan tugasnya, mereka harus memiliki skill atau kemampuan berkomunikasi yang baik dalam bidang bisnis.

Contohnya, seorang karyawan harus mempresentasikan strategi marketing untuk campaign bulan depan. Ia memberikan hasil pemikirannya berupa lembaran laporan. Tentunya ia harus pandai dalam menuangkan ide dari pikirannya dalam sebuah tulisan berupa laporan yang ia presentasikan.

Jika karyawan tersebut tidak memiliki kemampuan komunikasi verrbal yang baik, maka ia akan kesulitan untuk menyalurkan atau menyampaikan ide-ide yang ia miliki melalui tulisannya dan juga melalui suaranya saat proses presentasi.
Contoh lainnya adalah, ada seorang manager marketing yang baru saja menjabat di suatu perusahaan jasa.

Katakanlah jasa digital marketing. Salah satu pekerjaan yang harus ia kerjakan adalah menawarkan jasanya kepada kampus-kampus yang ada di Jakarta untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Namun, pada saat melakukan penawaran, ekspresi dan gesture/gerakan yang ia tunjukan kepada pihak kampus tidak menunjukkan etika yang baik. Tentu saja ia akan ditolak oleh pihak kampus, karena cara ia berkomunikasi secara non-verbal sangat tidak meyakinkan. Pasti akan timbul perasaan tidak yakin dari pihak kampus terhadap jasa yang ia tawarkan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa memahami sifat dasar komunikasi bisnis sangatlah penting untuk kesuksesan suatu perusahaan. Karena, komunikasi secara verbal maupun non-verbal sama-sama membantu proses mensukseskan tugas pihak-pihak yang berkepentingan dalam suatu perusahaan.

Inilah alasannya mengapa dalam job requirement sering tertulis “Mampu berkomunikasi dengan baik”. Karena pimpinan perusahaan pasti menginginkan kesuksesan perusahaannya. Dan salah satu penunjang kesuksesan adalah dengan komunikasi yang baik secara verbal maupun non-verbal dalam suatu perusahaan.

Selain itu, dengan memahami sifat dasarnya, kita dapat memahami pentingnya kemampuan public speaking, kemampuan menuangkan kreatifitas,kemampuan menulis, serta kemampuan untuk beretika baik di mananpun kita berada. Bahkan, dengan memahami sifat dasar komunikasi dalam berbisnis bisa menjadi salah satu point plus untuk para job seekers.

Komunikasi bukanlah hal yang sulit tetapi bagi sebagian orang komunikasi bisa menjadi sulit dikarenakan tidak memiliki waktu untuk berlatih komunikasi secara langsung, hal ini disebabkan juga dengan karantina yang terjadi selama 2 tahun di Indonesia yang menyebabkan seluruh aktivitas menjadi mobile.

Komunikasi dapat dipelajari dengan cara menjadikan komunikasi secara langsung sebagai perangkat utama, memahami lawan bicara, memperhatikan lawan bicara juga memberikan respon yang tepat, berkata jujur dan sesuai fakta, dan mengerti topik yang akan dibicarakan.

Penulis : Ariva Tri Wulandari dan Amelia Nabilla Putri (Mahasiswi Universitas Pamulang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *