Legenda Godam, Lapangan Rusak dan Duri Dalam Daging Politik  

Oleh : Luki Leonaldo. Kepala Newsroom halaman.co.id

Pancoran Mas – Godam, lapangan sepak bola kebanggaan masyarakat Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas akhirnya luluh lantak setelah dipaksa bekerja melayani beberapa event dalam waktu yang saling berdekatan.

Bacaan Lainnya

Enam bulan lalu, setiap jengkal tanah di Godam penuh dengan rumput, hijau. Kini, hanya beberapa titik di sudut yang terlihat masih ditumbuhi rumput, itupun sudah terlihat menua bahkan mati.

Belum dua minggu hancur karena adanya Event Trofeo U-40 Piala Camat Pancoran Mas, Godam kembali dipaksa melayani Pagelaran Hiburan Mampang Fair.

Kondisi Lapangan Godam Akhir 2021 Lalu

Godam ditancap satu panggung besar, tiga tenda tamu kehormatan dan 30 stand bazar dan tiga wahana bermain anak serta injakan ratusan ribu pasang kaki, membuat kondisinya makin memprihatinkan.

Iming iming janji akan direnovasi, namun Mampang Fair dianggap ingkar janji. Kesepakatan digelar seminggu sebelum renovasi diingkari. Mampang Fair tetap digelar meski belum jelas kapan renovasi akan dilakukan.

Kini, lapangan cerita legenda itu tinggal menunggu realisasi dan tanggung jawab dari semua pihak yang telah berkontribusi merusak dan membuat sebagian besar pecinta sepak bola di Kelurahan Mampang marah.

Silahkan yang ingin mengaitkan nafsu politiknya lewat olahraga, tapi harus dalam bentuk dukungan, bukan menjadi duri dalam daging bagi dunia sepak bola.

Manuver oknum yang kelewat batas nafsu itu bisa menjadi cerminan, pecinta olahraga tidak butuh sosok seperti itu. (Bersambung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *