Banjir Rendam Puluhan Rumah di Maybrat Papua Barat

Dok. BPBD Kabupaten Maybrat
Dok. BPBD Kabupaten Maybrat

Papua Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maybrat melakukan upaya penanganan banjir yang melanda wilayah Maybrat, Provinsi Papua Barat, pada Jumat lalu pukul 20.00 WIT. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras yang menyebabkan peningkatan debit air hingga meluapnya Sungai Asen yang masuk ke pemukiman warga.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, banjir berdampak pada 36 KK yang bermukim di Kampung Sidi, Kampung Sire, Kampung Sabes, Kampung Sire Timur dan Kampung Renis yang terletak di Distrik Mare Selatan, Desa Sidi.

Bacaan Lainnya

“Hasil kaji cepat sementara mencatat pada 36 rumah yang terdampak, dua diantaranya mengalami rusak berat. Selain itu, 1 unit kantor desa, 1 unit sarana pendidikan, dan akses jalan terendam banjir hingga 200 sentimeter,” kata Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan resminya.

Lokasi kampung yang berjauhan ditambah dengan sulitnya akses komunikasi menjadi kendala yang ditemui oleh tim dalam hal penanganan darurat. Hal ini memaksa tim BPBD memutuskan bermalam di jalan dan melanjutkan perjalanan esok hari. Selain itu, koordinasi antar lintas unit terkait juga terus dilakukan guna melakukan upaya percepatan penanganan darurat.

“Hasil pemantauan sirkulasi siklonik oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi peringatan dini cuaca untuk wilayah Papua Barat hingga tiga hari kedepan, yakni berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” paparnya.

Menyikapi hal ini, BNPB menghimbau untuk masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Pada kawasan dataran rendah, diharapkan daya tampung gorong-gorong diperbesar serta pembersihannya dilakukan secara periodik, hal ini untuk mengantisipasi meluap apabila hujan deras mengguyur dengan durasi yang lama dan terhindar dari ancaman bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai diharapkan bisa melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat secara menerus lebih dari satu jam,” pungkasnya.

Untuk jangka panjang, masyarakat bersama pemerintah daerah agar mengevaluasi kondisi lingkungan di kawasan hulu dan sepanjang daerah aliran sungai. Penanaman kembali kawasan hulu dengan vegetasi yang bernilai ekologi dan ekonomi akan mampu mengurangi potensi banjir di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.