Disdik Apresiasi Komnasdik Jatim Gelar Webinar Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Milenial

Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada Komnasdik Jatim yang sering mengadakan acara baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, bahkan internasional dengan rekor muri peserta terbanyak.

Wahid Wahyudi yang juga menjabat sebagai Pj. Sekda Provinsi Jatim tersebut mengatakan, ekosistem pembangunan penguatan pendidikan karakter anti anarkhisme perlu dukungan berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademi, media dan organisasi-organisasi profesi seperti Komnasdik. Sebagaimana termaktub dalam Permendikud No. 20 Tahun 2018 tentang Konsep Tri Pusat Pendidikan.

“Melalui sinergi semua pihak di webinar ini diharapkan sikap anarkhisme di dunia pendidikan dapat dicegah dan dihapuskan,” ujarnya dalam Sambutan Pembukaan Webinar Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda Dari Bahaya Anarkhisme – Anarkho, Sabtu (28/5/2022).

Sementara itu, Brigjen Pol M Aris Purnomo Kepala BNNP Jatim menyampaikan, remaja sebagai generasi penerus bangsa jangan terperosok kedalam arus yang tidak baik seperti anarkhisme atau anarkho yang merupakan ajaran yang menentang kekuasaan atau negara.

“Seperti yang kita ketahui Pesiden kita telah menetapkan “Indonesia Darurat Narkoba”, bahkan ditengah kondisi pandemi ini angka pengguna narkoba tidak mengalami penurunan bahkan cenderung meningkat. Sehingga dengan mengetahui hal ini, yang dapat kita lakukan yaitu memperbarui regulasi terkait penanganan anarkhisme maupun penyalahgunaan narkoba khususnya di lingkungan pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu Staf Ahli Walikota Surabaya Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan M Afghani Wardhana menuturkan, wawasan kebangsaan saat ini terjadi erosi akibat pengaruh dari lingkungan strategis yang sudah berkembang pesat.

Hal tersebut terlihat, dengan adanya berbagai kasus seperti banyaknya remaja yang sudah menggunakan obat-obatan terlarang, kasus-kasus korupsi, kolusi, nepotisme serta pelanggaran hukum lainnya yang setiap hari terlihat di media cetak maupun elektronik.

Untuk itu, seperti termaktub dalam Permendagri RI No. 71 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan diharapkan civitas akademika kampus, sekolah dan madrasah maupun pesantren memberikan edukasi pendidikan wawasan kebangsaan (wasbang) masyarakat guna meningkatkan wawasan kebangsaannya.

“Pelajaran Wasbang ini penting, sehingga dapat mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan mampu bertahan walaupun terjadi dampak yang hebat dari pengaruh globalisasi,” ungkap M Afghani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.