Sebelumnya Jalan Pramuka Kotor, Kini Depok Jaya Agung yang Becek dan Licin

  • Whatsapp
banner 468x60

Depok – Seorang warga Perumahan Depok Jaya Agung, Fikri serta beberapa pengendara yang melintas di Jakan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas mengeluhkan kotornya akses jalan menuju wilayahnya.

Keluhan mereka terjadi lantaran akses jalan menuju rumahnya kotor akibat ceceran tanah merah yang memenuhi badan jalan. Sehingga apabila telah kering menyebabkan terbangan debu, sementara ketika basah jalan sangat becek dan licin.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Payah payah payah payah, kontraktor pelaksana sama sekali tidak profesional karena angkutan tanah merah untuk mengurug rawa persis depan RM Saung Telaga bikin jalanan jadi sangat kotor,” kata Fikri, seperti dilansir poskota.co Kamis (10/6).

Dia mengatakan, seharusnya kontraktor lebih peduli terhadap lingkungan dengan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

“Harusnya kan sebelum atau setelah masuk wilayah pengurugan ban dump trucknya harus dicuci,” kesalnya.

Menurut dia, akibat ceceran tanah jika cuaca panas badan jalan berdebu dan saat hujan menjadi becek serta licin yang membahayakan pemakai kendaraan sepeda motor atau lainnya. Terlebih kondisi jalan utama tersebut agak menikung atau berbelok.

Kegiatan pengurukan, perataan dan pengambilan tanah sudah berlangsung hampir tiga minggu belakangan, ujarnya yang mengaku sampai saat ini belum ada teguran dari Pemkot Depok.

“Terkesan pejabat terkait tutup mata dengan kondisi Jl. Raya Sawangan yang menjadi salah satu Jalan Utama warga Kota Depok, ” imbuh Fikri.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga dikeluhkan warga Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, salah satunya Loren (39).

Loren juga mengeluhkan aktifitas truk tanah galian yang melintas di Jalan Raya Pramuka. Pasalnya, aktifitas truk tersebut mengakibatkan terjadinya polusi udara.

“Sudah beberapa hari rumah kami kotor, banyak debu, tanah merah. Sebelum ada truk tanah (yang melintas), gak seperti ini,” kata Loren (39), warga RW. 11, Mampang, Senin (26/04).

“Padahal setahu saya, truk hanya boleh beroperasi diatas jam 21.00 sampai 05.00. Kok sekarang siang hari kembali beroperasi. Kan menggangu,” keluhnya melanjutkan.

Hal senada disampaikan warga RW.11 lainnya, Deasy (59). Ia mengatakan, truk pengakut tanah merah tersebut setiap hari terlihat beroperasi di Jalan Raya Pramuka. Terlebih saat warga sedang sibuk beraktifitas.

“Tiap hari lalu-lalang, 10 menit sekali pasti terlihat (melintas). Pada ngebut lagi, kan mengganggu. Kalau bisa malam aja, jadi warga gak terlalu terganggu,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, penulis mencoba telusuri tujuan truk pengangkut tanah merah yang dikeluhkan itu. Dari penelusuran, tanah itu digunakan untuk menguruk sebuah lahan didekat Perumahan Villa Santika, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas.

“Lahan (yang diuruk) ini mau dibangun perumahan. Ini (proyek) punya pak Muzani (kontraktor),” kata salah satu perkerja di lahan pengurukan itu, yang enggan menyebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Muzani pun enggan berkomentar banyak. Menurutnya, jalan yang sering dilintasi truk pengangkut tanah itu setiap malamnya dibersihkan oleh pihaknya. Namun, bukan di Jalan Raya Pramuka.

“Setiap malam kami melakukan penyemproton dengan mobil tangki (di sekitar Villa Santika). Jadi, keluhan warga kami respon. Kalau untuk ijin, sudah ke RT dan RW. Kami juga sudah koordinasi ke sejumlah pihak, termasuk ke Satpol PP,” tandasnya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *