Viral, Seorang Wanita di Depok Nyaris Jadi Korban Begal Payudara

banner 468x60

Depok  – Media sosial di Kota Depok, Jawa Barat, kembali dihebohkan dengan aksi pelecehan seksual berupa peremasan atau begal payudara.

Kali ini, kejadian yang nyaris menimpa salah satu warga di wilayah Grand Depok City (GDC) Cilodong itu, diceritakan langsung oleh korban ke Akun Instagram @depok24jam pada Kamis (11/02/2021) malam.

Dari ceritanya, dijelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 15.45, saat korban dan temannya sedang joging bersama.

“hari ini saya hampir saja kena begal payudara didaerah gdc kejadian pukul 15.45,” ungkap korban.

“kronologi cerita nya saya mau lari sore sama teman saya. tibatiba ada motor agak berenti gtu dan dia berusaha memegang payudara saya tetapi masih kehalangan tas depan jadi saya kena hanya bagian ketiak,” jelas korban, melanjutkan.

Mesti belum sempat mengenai payudaranya, dalam curhatannya, korban meminta kepada kaum hawa lainnya, untuk selalu berhati-hati, agar terhindar dari aksi begal payudara yang kerap terjadi di Depok.

“tolong min sampaikan sama cewe cewe yang lain agar lebih waspada lagi supaya hal pelecehan ini gak terjadi lagi didepok. pesan saja min buat cewe cewe kalo lagi jalan sendirian atau sama teman harus waspada lihat lihat ke arah belakang.”

“pelakunya pakai motor mio putih dua orang min, tetapi msh dalam dan semoga bisa ketemu,” pungkasnya, menceritakan.

Sebulumnya pernah diberitakan, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari angkat bicara tekait maraknya peristiwa begal payudara di wilayahnya.

Ia mengaku saat ini upaya untuk pencegahan tindakan yang masuk dalam kategori kekerasan seksual itu belum optimal dilakukan dikalangan masyarakat.

Sebab, menurutnya, orangtua yang memiliki anak remaja perempuan harus lebih protektif dengan menjaga dan mengetahui kemana dan dengan siapa anaknya akan keluar rumah.

Selain itu, lanjut Nessi, perlu juga adanya upaya penguatan di lingkungan keluarga terkait antisipasi bahaya-bahaya kejahatan di luar rumah, sehingga diharapkan kejadian yang kerap menimpa kaum hawa itu tidak terulang.

“Perlu penguatan orangtua dalam pola pengasuhan kecerdasan emosional, intelektual, sosial dan juga kecerdasan religus, sehingga anak akan menjaga kesopanan dalam berpakaian dan sebagainya ketika keluar rumah,” kata Nessi kepada wartawan, belum lama ini.

Nessi juga menjelaskan, aksi peremasan payudara umumnya dilatarbelakangi masalah syahwat atau nafsu seksual, meski terkadang teknisnya terdapat alasan lain.

“Untuk itu, saya mengajak para kaum hawa agar selalu menjaga diri ketika beraktifitas. Biasakan juga gunakan pakaian yang sopan, jangan terlalu tampil seksi karena terkadang, berdandan secara seksi dapat memicu niat tidak baik dari lawan jenis,” pungkas Nessi.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *